Rabu, 15 November 2017

KISI-KISI PAS KU

1.      Peta yang menggambarkan kenampakan tertentu dipermukaan bumi 
2.      Unsur – unsur alam yang digambarkan pada peta 
3.      Pengetahuan khusus yang mempelajari peta 
4.      Perbandingan jarak antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya 
5.      Agar symbol – symbol pada peta dapat dibaca dengan baik maka dalam peta diberi
6.      Berikut ini yang tidak termasuk unsur – unsur pembuatan peta adalah
7.      Warna dasar biru pada peta biasanya digunakan untuk menggambarkan
8.      Penulisan huruf yang baik untuk nama sungai, yaitu 
9.      Jika jarak dua titik di peta 5 cm dan jarak sebenarnya dimuka bumi 5 km, maka skala petanya 
10.  Jarak antara kota A dengan kota B dipeta adalah 5 cm. Peta tersebut mempunyai skala 1:100000. Jarak sebenarnya dilapangan antara kota A dengan kota B adalah
11.  Syarat – syarat peta diantaranya adalah
12.  Tujuan pembuatan peta yang paling tepat ialah menyajikan informasi ….
13.  Skala pada peta 1 : 25000, jenis skala 
14.  Obyek kenampakan di bawah ini sebaiknya menggunakan symbol garis
15.  Lokasi industri merupakan hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi
16.  Istilah industri berasal dari kata industria yang berarti
17.  Jika dilihat dari produk yang dihasilkannya, industri pariwisata termasuk
18. Jika jenis barang yang memiliki resiko cukup tinggi pada saat pengangkutan bahan mentah, maka sebaiknya industri tersebut ditempatkan di daerah
19.  Istilah bapak asuh dalam rangka menumbuhkembangkan perindustrian di Indonesia 
20.  Industri yang menggunakan tenaga kerja antara 1 – 4 orang. Termasuk
21.  Sensor yang digunakan untuk pembuatan foto udara 
22.  Penginderaan jauh sistem pasif mengandalkan tenaga sinar matahari sehingga melakukan penginderaan jauh pada waktu
23.  Alat yang berfungsi sebagai perekam atau pemantau obyek 
24.  Tingkat kegelapan atau kecerahan obyek pada citra dalam wujud hitam putih 
25.  Lembaga yang bertugas mengadakan pengukuran dan pembuatan peta di wilayah Indonesia 
26.  Dalam bidang hidrologi, pengideraan jauh bermanfaat untuk 
27.  Citra hasil penginderaan jauh dapat dibedakan menjadi dua 
28.  Alat interpretasi citra yang bisa menghasilkan gambar tiga dimensional
29.  Peranan penginderaan jauh dalam geografi 
30.  Tingkat gelap cerahnya obyek yang terekam pada citra adalah
31. yang dimaksud digital map 
32. di dalam pembuatan peta perlu diberikan symbol 
33. alasan – alasan sebuah industri berorientasi pada pasar
34. unsur peta
35. hubungan penginderaan jauh dengan SIG dan tahapan kerja SIG


KELAS XI

1.     Adanya pembagian daerah waktu di Indonesia dikarenakan pengaruh letak
2.     Letak wilayah berdasarkan struktur batuannya
3.     Wilayah Indonesia dikelilingi oleh dua samudra
4.     Bagian sungai yang alirannya deras 
5.     Salah satu potensi yang dapat dikembangkan dari wilayah perairan laut 
6.     Terumbu karang dapat tumbuh dilaut Indonesia 
7.     Awal masuknya transportasi darat di Indonesia dimulai pada masa pendudukan
8.     Bahan bakar yang digunakan dalam pesawat terbang 
9.     Dibawah ini yang bukan merupakan sumber daya alam di wilayah pesisir
10.   Minyak bumi tidak dapat dijadikan andalan ekspor untuk selama lamanya sebab peningkatan produksi minyak bumi secara besar-besaran 
11. Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah krisis energy listrik. Dilihat dari potensinya pembangkit tenaga listrik yang paling mudah didapat dan efisien adalah pembangkit listrik tenaga 
12.   Komoditi ekspor Indonesia di luar minyak bumi yang tergolong hasil hutan 
13.   Contoh pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan secara ekonomis dan efisien 
14.   kebijakan – kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian
15.   Hasil perkebunan yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak goreng                  
16.   Kondisi geografis yang baik untuk peternakan 
17.   Hasil pengolahan dari tanaman jagung di Indonesia 
18.   Berikut ini sumber daya alam yang dapat diperbaharui  
19.   Penambangan emas di Indonesia terdapat 
20.   Produksi hasil pertanian dapat ditingkatkan dengan cara tanpa menambah area pertanian. Cara tersebut dikenal
21.   Berdasarkan lokasi nya sumber daya alam yang terdapat di wilayah peraian adalah sumber daya alam
22.   Contoh umber daya alam yang tidak dapat diperbarui 
23.   Sumber daya alam mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai pelapis kaleng 
24.   Sertifikat ekolabel biasanya berlaku selama
25.   Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuh tumbuhan 
26. Wilayah Indonesia yang cocok untuk peternakan hewan besar seperti sapi dan kuda 
27.   Pohon yang bisa digunakan untuk menahan ombak laut adalah
28.   Untuk melestarikan harimau Sumatera maka dikebun binatang dilakukan perkawinan antar harimau Sumatera sehingga menghasilkan keturunan yang kelak dewasa akan dikembalikan kealam bebas. Hal tersebut merupakan
29.   Berikut ini meruapakan contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui 
30.   Kerusakan sumber daya alam yang diakibatkan peristiwa alam 
1.     Susunlah kata 
2.     di Indonesia bagian timur sangat baik untuk peternakan 
3.     dilaut terkandung potensi sumber daya mineral 
4.     sumber daya alam perlu di jaga kelestariannya 
5.   Perhatikan peta di bawah ini!

KELAS X

1.  Konsep yang menyatakan bahwa daerah pedesaan berfungsi sebagai pemasok bahan pangan utama bagi kota-kota di sekitarnya 
2.   Di bawah ini yang merupakan salah satu obyek studi geografi yang termasuk ke dalam komponen tehnik                                                                                                 
3.     Angin laut yang berhembus dari laut ke darat sebagai akibat dari tingginya suhu di daratan merupakan contoh dari gejala
4.     Penentuan letakabsolut suatu tempat dilakukan dengan letaknya 
5.  Pengungkapan berbagai gejala faktor dan masalah-masalah geografi akan lebih mudah menggunakan
6.  Studi geografi menurut prinsip korologi berarti bahwa fenomena alam yang terjadi akan senantiasa memunculkan akibat-akibat
7.   Pendekatan yang digunakan untuk mempelajari Benua Eropa secara keseluruhan baik negara-negaranya, penduduknya, iklimnya, serta sumber daya alamnya maka menggunakan pendekatan
8.   Pendekatan geografi yang berdasarkan pada interaksi organisme dengan lingkungannya adalah pendekatan
9.     Puncak dari patahan yang terjadi dari bentukan baru relief muka bumi berupa lipatan dan patahan akibat peristiwa orogenesa dikenal dengan  
10.   Menurut Wegener benua-benua sekarang ini dahulunya satu benua 
11.   Tempat pertemuan dua lempeng tektonik. Salah satunya tenggelam dibawah lempeng yang lain disebut batas
12.   Menurut teori lempeng tektonik litosfer mengapung 
13.   Masa dimana dicirikan dengan adanya bentuk-bentukreptilia raksasa dikenal dengan masa
14.   Zaman dimana semua betuan sedimen tidak ditemukan fosil disebut 
15.   Teori yang dilandasi suatu asumsi bahwa alam semesta mengalami proses kembang kerut yang dialami setiap 30 miliar tahun sekali adalah teori
16. Pada peta berskala 1 : 500.000 difoto kopi dibesarkan 50% maka skala peta harus disesuaikan menjadi
17.   Dalam membuat peta dengan warna biru adalah untuk ketampakan
18.   Proyeksi peta yang jarak daerahnya dipertahankan 
19.   proyeksi peta yang paling tepat untuk menggambar wilayah disekitar lintang sedang adalah proyeksi
20. Untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya dengan di sekitar yang lebih luas , maka digunakan unsur peta
21.   Suatu fakta sebelum menjadi fakta yang sebenarnya terlebih dahulu disebut
22.   Memindahkan data dari daftar catatan ke dalam tabel 
23.   Salah satu keterbatasan SIG secara manual 
24.  Sensor berupa kamera yang bekerja pada spectrum tampak mata dan menghasilkan foto atau citra disebut sensor
25. Suatu kondisi atau keadaan yang dihadapi dan disebabkan adanya kesenjangan antara suatu yang seharusnya dilakukan ( expected conditional ) dan kenyataan yang terjadi ( actual condition ) 
26.   Definisi resolusi spasial 
27.   Langkah pemberian identitas pada topologi data merupakan prose
28.  Subsistem SIG yang mengorganisasikan data spasial dan data atribut ke dalam sebuah basis data sehingga mudah dipanggil, diupdate, dan diedit adalah subsistim data
29.   Foto pankromatik adalah
30.  Citra nonfoto dapat dibedakan berdasarkan sensornya antara lain citra multispektral. Citra multispektral 
     1.  gejala geografi yang kalian ketahui dalam kehidupan sehari-hari
     2.  konsep dasar geografi yang kalian ketahui 
     3.   tujuan penelitian geografi 
     4.  jenis-jenis penelitian berdasarkan cara dan pembahasannya 
     5.     zona konvergen dan divergen 
















     

1
 



Senin, 23 Oktober 2017

TINGGAL PILIH JUDUL TESIS

DAFTAR JUDUL TESIS S2 MAGISTER MANAJEMEN SDM MM
  1. PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMP DI KECAMATAN XXX
  2. PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN XXX KABUPATEN XXX
  3. PENGARUH  PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL DAN  KOMITMEN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS   TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN XXX KOTA XXX
  4. PENGARUH ANALISIS JABATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROPINSI XXX
  5. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI BAPPEDA KOTA XXX
  6. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN APOTIK KIMIA FARMA XXX
  7. PENGARUH DISIPLIN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.  RADIO XXX DI KABUPATEN XXX
  8. PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROPINSI XXX
  9. PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGAWASAN MELEKAT TERHADAP KINERJA PEGAWAI  BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN  PROVINSI XXX
  10. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI XXX
  11. PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI KECAMATAN XXX KOTA XXX
  12. PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, BEBAN KERJA DAN  LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR INSPEKTORAT PROVINSI XXX 
  13. PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAIDINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROPINSI XXX
  14. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN IKLIM SEKOLAH  TERHADAP KINERJA GURU SMAN KECAMATAN XXX KOTA XXX
  15. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROPINSI XXX
  16. PENGARUH KOMITMEN KERJA DAN KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA XXX
  17. PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASIKABUPATEN XXX
  18. PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN XXX
  19. PENGARUH KOMPETENSI DAN PENEMPATAN PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PDAM XXX
  20. PENGARUH KOMPETENSI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PEMUDADAN OLAH RAGA PROPINSI XXX
  21. PENGARUH MOTIVASI  KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KABUPATEN XXX
  22. PENGARUH PELATIHAN PEGAWAI DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR TERHADAP KINERJA PEGAWAI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN XXX
  23. PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN DISIPLINTERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PROPINSI XXX    
  24. PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PEGAWAI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI  KABUPATEN XXX
  25. PENGARUH PERENCANAAN KERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTAMBANGAN DAN ENEGRI KABUPATEN XXX
  26. PENGARUH PERENCANAAN KERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTAMBANGAN DAN ENEGRI KABUPATEN XXX
  27. PENGARUH SERTIFIKASI GURU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SLB SE KOTA XXX
  28. PENGARUH SUPERVISI DAN SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU SMAN XXX 
  29. PENGARUH IKLIM KERJA DANMOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI UPTD PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN XXX
  30. PENGARUH SUPERVISI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS (SLTA) KABUPATEN XXX

CONTOH MAKALAH PENELITIAN GEOGRAFI


Contoh Makalah Penelitian Geografi
MAKALAH PENELITIAN GEOGRAFI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP DI
INDONESIA














Disusun oleh:
Mirza Zalfandy
X IPA G
SMAN 78





KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, saya
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kondisi dan Masalah Lingkungan
Hidup di Indonesia”. Makalah ini merupakan inovasi pembelajaran untuk
memahami penelitian secara mendalam, semoga makalah ini dapat berguna
untuk Pelajar pada umumnya.

Saya juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saya sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun dan pada intinya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan
agar dimasa yang akan datang lebih baik lagi.














DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................i
Daftar isi......................................................................................................ii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah.............................................................................2
1.3 Tujuan...................................................................................................2
1.4 Metodelogi penulisan...........................................................................2
BAB 2. LANDASAN
TEORI..........................................................................................................3
2.1 Identifikasi kualitas lingkungan hidup..................................................3
2.2 Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan.........................................3
BAB 3. ANALISA LINGKUNGAN HIDUP........................................................4
BAB 4. MASALAH-MASALAH PADA LINGKUNGAN HIDUP..........................5
BAB 5. PENYEBAB&DAMPAK MASALAH LINGKUNGAN HIDUP...................6
BAB 6. UPAYA-UPAYA MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN HIDUP.........7
6.1 Usaha mengatasi berbagai masalah lingkungan hidup.........................7
6.2 Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.....................................8
6.3 Pengelolaan daur ulang sumber daya alam..........................................9
6.4 Pelestarian flora dan fauna..................................................................10
BAB 7. PENUTUP
7.1 Kesimpulan..........................................................................................11.
7.2 Saran....................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................12



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan
disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan
sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan
udara. Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan.
Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh
manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah
yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara
merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia. Lingkungan
yang sehat akanterwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi
yang baik.
Lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya
beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah
mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang
terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat
dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik
(flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan
udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan
masyarakat).
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat
perumusan masalah sebagai berikut:
1. Masalah apa saja yang terjadi pada lingkungan hidup?
2. Apa penyebab dan dampak yang ditimbulkan dari masalah lingkungan
hidup?
3. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah
lingkungan hidup?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui
masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan hidup serta upaya yang dapat
dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
1.4 Metodelogi Penulisan
Pada pembuatan makalah ini metode yang digunakan dalam
mengumpulkan data dari internet. Sehingga apabila dalam penulisan makalah
ini ada kata-kata atau kalimat yang hampir sama dari sumber atau penulis lain
harap dimaklumi dan merupakan unsur ketidaksengajaan.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Identifikasi Kualitas Lingkungan Hidup
Lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup mulai dari organisme yang
tidak kasat mata sampai pada hewan dan vegetasi raksasa yang terdapat
dipermukaan bumi. Sedangkan lingkungan abiotik merupakan segala segala
sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup yang bukan berupa organisme.
2.2 Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan
Biolog lingkungan atau yang biasa dikenal dengan ekologi adalah bagian
dari ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan lingkungan.
Ekologi berasal dari kata oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang
mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jadi, ekologi dapat diartikan sebagai ilmu
pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan
keadaan lingkungannya yang bersifat dinamis. Hubungan antara makhluk
hidup dengan lingkungannya sangat terbatas terhadap lingkungan yang
bersangkutan, hubungan inilah yang disebut dengan keterbatasan ekologi.

Dalam keterbatasan ekologi terjadi degradasi ekosistem yang disebabkan
oleh dua hal yaitu
peristiwa alami dan kegiatan manusia. Secara alami merupakan peristiwa yang
terjadi bukan karena disebabkan oleh perilaku manusia. Sedangkan yang
disebabkan oleh kegitan manusia yaitu degradasi ekosistem yang dapat terjadi
diberbagai bidang meliputi bidang pertanian, pertambangan, kehutanan,
konstruksi jalan raya, pengembangan
sumber daya air dan adanya urbanisasi.

BAB 3
ANALISA LINGKUNGAN HIDUP
Berdasarkan pada data yang diperoleh, Indonesia mempunyai hutan
tropis dunia sebesar 10 persen. Sekitar 12% keadaan hutan di Indonesia yang
merupakan bagian dari jumlah binatang yang tergolong jenis mamalia, 16%
persen merupakan bagian dari spesies amphibi dan binatang sejenis reptil dan
25% dari bagian spesies sejenis burung dan sekitar 1.519 merupakan bagian
dari spesies burung. Sisanya merupakan endemik yang hanya dapat ditemui
didaerah tersebut.
Penyusutan luas hutan alam yang merupakan asli Indonesia mengalami
kecepatan menurunan yang cukup memprihatinkan. Menurut World Resource
Institute (1997), hingga saat ini hutan asli Indonesia. Selama periode 1985-
1997 kerusakan hutan mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Pada periode 1997-
2000 bertambah menjadi 3,8 juta
hektar per tahun. Berdasarkan pada hasil penelitian citra landsat pada tahun
2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan mengalami kerusakan yang
cukup serius. Diantaranya, hutan seluas 59,62 juta hektar berada dalam
kawasan hutan [Badan Planologi Dephut,2003]. Menurut data yang diperoleh
dari Bakornas Penanggulangan Bencana pada tahun 2003, bencana yang

terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data yang didapat
menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan
mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir
dan longsor.

BAB 4
MASALAH-MASALAH PADA LINGKUNGAN HIDUP
Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di
sungai, laut, tanah dan hutan yaitu sebagai berikut:
1. Pencemaran Sungai dan laut
Sungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti
penggunaan bahan logam berat, pembuangan limbah cair kapal dan
pemanfaatan air panas. Secara biologis, fisik dan kimia senyawa seperti logam
tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor industri dan rumah tangga seperti
pemakaian bahan-bahan dari plastik.
2. Pencemaran Tanah
Tanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan
terhadap pupuk dan bahan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu
adanya perubahan tanah menjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh
jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat di dalam tanah.
Selain itu, pencemaran tanah juga dapat disebabkan
oleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik tidak mengalami
proses penghancuran secara sempurna.




BAB 5
PENYEBAB &DAMPAK MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
Perubahan ekosistem lingkungan yang paling utama disebabkan oleh
perilaku masyarakat yang kurang baik dalam pemanfaatan sumber-sumber
daya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang
menyebabkan adanya perubahan ekosistem. Perubahan ekosistem suatu
lingkungan terjadi dengan adanya kegiatan masyarakat seperti pemanfaatan
lahan yang dijadikan sebagai daerah pertanian sehingga dapat mengurangi luas
lahan lainnya. Selain itu kerusakan hutan yang terjadi karena adanya
penebangan dan kebakaran hutan dapat mengakibatkan banyak hewan dan
tumbuhan yang punah. Padahal hutan merupakan sumber kehidupan bagi
sebagian masyarakat yang berfungsi sebagai penghasil oksigen, tempat
penyedia makanan dan obat-obatan.
Jumlah kerusakan flora dan fauna akan terus bertambah dan berlangsung
lama jika dalam penggunaannya masyarakat tidak memperhatikan
keseimbangan terhadap ekosistem lingkungan. Dampak dari perubahan
ekosistem akan berkurang jika masyarakat mengetahui dan memahami fungsi
dari suatu ekosistem tersebut.
BAB 6
UPAYA-UPAYA MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
6.1 Usaha Mengatasi berbagai Masalah Lingkungan Hidup Pada umumnya
permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada
pengelolaan sumber daya alam baik yang dapat maupun yang tidak
dapat diperbaharui dengan memperhatikan daya dukung dan daya
tampungnya.
2. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan
sumber daya alam maka diperlukan penegakan hokum secara adil dan
konsisten.
3. Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap
terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap
dapat dilakukan dengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan
ekonomi.
5. Untuk mengetahui keberhasilan dari pengelolaan sumber daya alam
dan lingkungan hidup dengan penggunaan indicator harus diterapkan
secara efektif.
6.2 Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat
dilakukan uasaha atau upaya sebagai berikut:
1. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang
harus selalu hijau karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi
perairan di darat.
2. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan
resapan air sebagia air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan
sumur resapan.
3. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi
sebagai reservoir air, tata air, peresapan air, dan keseimbangan
lingkungan.
4. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
5. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan
terhadap pembuangan air limbah yang banyak dibuang secara langsung
ke sungai.
6. Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman
penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.
7. Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki
tingkat pencemaran tinggi sehingga menimbulkan polusi.
8. Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan
dengan penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan
pada tanah.
9. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk
usaha pengendalian agar memiliki nilai yang ekonomis.
6.3 Pengelolaan Daur Ulang Sumber Daya alam
Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi dengan
cara melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang bahan-bahan
yang sebagian besar orang menganggap sampah, sebenarnya dapat dijadikan
barang lain yang bisa bermanfaat dan tentunya dengan pengolahan yang baik.
Pengelolaan limbah sangat efisien dalam upaya untuk mengatasi masalah
lingkungan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengelolaan limbah
dengan menggunakan konsep daur ulang adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pengelompokan dan pemisahan limbah terlebih dahulu.
2. Pengelolaan limbah menjadi barang yang bermanfaat serta memilki
nilai ekonomis.
3. Dalam pengolahan limbah juga harus mengembangkan penggunaan
teknologi.

6.4 Pelestarian Flora dan Fauna
Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, upaya yang dapat dilakukan
adalah mendirikan tempat atau daerah dengan memberikan perlindungan
khusus yaitu sebagai berikut:
1. Hutan Suaka Alam merupakan daerah khusus yang diperuntukan untuk
melindungi alam hayati.
2. Suaka Marga Satwa merupakan salah satu dari daerah hutan suaka
alam yang tujuannya sebagai tempat perlindungan untuk hewan- hewan langka agar tidak punah.
3. Taman Nasional yaitu daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai
tempat perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal
melainkan sebagai tempat rekreasi.
4. Cagar alam merupakan daerah dari hutan suaka alam yang dijadikan
sebagai tempat perlindungan untuk keadaan alam yang mempunyai ciri
khusus termasuk di dalamnya meliputi flora dan fauna serta lingkungan
abiotiknya yang berfungsi untuk kepentingn kebudayaan dan ilmu
pengetahuan.

BAB 7
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Penyebab terjadinya masalah lingkungan hidup adalah adanya kegiatan
masyarakat seperti pembuangan limbah pabrik, sampah dari rumah tangga,
penebangan dan kebakaran hutan yang dapat menimbulkan pencemaran
terhadap sungai dan laut, tanah, hutan sehingga banyak flora dan fauna yang
punah.
7.2 Saran
Masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam
pemanfaatan sumber daya harus memperhatikan dampak yang timbul dari
penggunaan sumber daya tersebut terhadap lingkungan sekitar agar tidak
terjadi pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.




DAFTAR PUSTAKA
1. Dr.H. Totok Gunawan, M.S.,dkk. 2004. Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta:
Ganeca Exact.
2. Sugandi, Dede. 2005. Geografi. Bandung: Regina